Setelah berkeliling di Siam, kami melanjutkan perjalanan menuju Phuket. Kami naik BTS (Bangkok Mass Transit System) Siam line dari stasiun Siam (dekat Siam Paragon) menuju Saphan Taksin, sesuai dengan informasi yang kami dapat di internet. Ternyata sesampainya di Saphan Taksin, tidak ada bus menuju Sa Tai Mai, karena daerah ini ternyata adalah pelabuhan kecil, jadi hanya ada perahu motor ke Grand Palace. Setelah kami bertanya ke banyak orang akhirnya kami diuruh berjalan ke arah stasiun BTS yang ternyata adalah stasiun Surasak, yaitu stasiun sebelum Saphan Taksin. Dari stasiun Surasak, kami mencari bus dengan nomor 149/164/177 ke arah Sa Tai Mai. Perjalanannya ternyata memakan lebih dari 2 jam, karena Sa tai Mai ternyata jauh sekali dari pusat kota Bangkok, dan kami pun sampai di Sa Tai Mai jam 18.00 sore.

Sa tai Mai merupakan terminal penghubung dari Bangkok ke luar kota Bangkok. Untuk menuju Phuket sendiri terdapat berbagai macam transportasi, seperti pesawat, kereta api dari Hua Lamphong, atau bus dari Sa Tai Mai. Kami memilih bus karena terminal bus di Phuket terletak di pusat kota, tidak dengan stasiun dan bandaranya. Kami memilih bus malam sekalian untuk menghemat biaya penginapan. Bus Bangkok-Phuket sendiri ada beberapa macam dan kami mengambil bus 2nd class yang harganya paling murah. Berbeda dengan di Indonesia, pelayanan bus disini sangat memuaskan. Bus terdiri dari 2 tingkat, dan kami mengambil tempat duduk di lantai 2 supaya bisa melihat pemandangan dengan nyaman. Fasilitas yang disediakan oleh bus ini adalah snack, makan malam di rumah makan yang tempatnya dibedakan antara makanan halal dan non halal, dan kopi hangat di pagi hari.

Kami tiba di terminal Phuket pukul 06.00 pagi. Kebetulan pagi itu cuaca sedang dingin-dinginnya karena turun hujan. Kami yang tiba di terminal yang ternyata merupakan Terminal 2 Phuket memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil membersihkan diri. Di Phuket sendiri terdapat 2 terminal bus, yaitu Terminal 1 yang menghubungkan daerah-daerah di sekitar kota Phuket, dan Terminal 2 yang menghubungkan Phuket dengan luar kota.

IMG_0880

Terminal 2 Phuket Town

Di Phuket, pantai merupakan objek wisata utama kota ini. Terdapat banyak pantai yang terkenal, seperti Patong Beach, kata Beach, Karon Beach, Nai Harn Beach, Kata Noi Beach, Surin Beach, Kamala Beach, dan masih banyak lagi. Selain pantai, phuket juga terkenal dengan cafenya, inilah yang menyebabkan banyak turis asing berlibur ke Phuket. Jika Indonesia memiliki Bali, maka Thailand memiliki Phuket.

Tujuan utama kami adalah ke Patong Beach, pantai yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Phuket. Ternyata tidak ada angkutan kota ke Patong Beach, akhirnya kami menyewa taksi yang harganya tentu saja menguras kantong. Sesampainya di Patong Beach, suasana masih sepi sehingga kita bisa menikmati jalan-jalan di pantai dengan nyaman. Menjelang pukul 10.00 pagi, sudah banyak pengunjung yang datang, dan kebanyakan dari mereka adalah wisatawan asing. Banyak juga warga sekitar yang mulai membuka kios-kios mereka, mulai dari tempat makan, penyewaan kursi santai untuk berjemur, penyewaan parasailing, speedboat, jasa tato, dan lain-lain, sama seperti suasana di Kuta Bali.

IMG_0789

IMG_0792

IMG_0804IMG_0825

IMG_0853

Suasana Patong Beach pagi hari

Sebenarnya saya sedikit menyesal karena tidak sempat mengunjungi pantai-pantai yang masih asri dan belum banyak terjamah manusia. Kami pun hanya sempat berkeliling kota Phuket dengan bus yang ternyata tersedia dari Patong ke Terminal 1. Kemudian dari Terminal 1 lanjut ke Terminal 2 dengan angkutan kota terbuka berwarna pink. Kami baru menyadari bahwa seharusnya kami tidak naik taksi yang mahal karena ternyata ada angkot dan bus dari Teminal 2-Terminal 1-Patong Beach. Bagi kalian yang ingin berkeliling Phuket dan ternyata turun di Terminal 2, sebaiknya transit ke Terminal 1 dulu, dari sini kita dapat menuju berbagai macam objek wisata di Phuket.

IMG_0883 IMG_0867

Suasana kota Phuket dari dalam bus kota

Setelah selesai berkeliling kota dengan bus dan angkot pink, kami sampai di Terminal 2 jam 4 sore untuk mengejar bus ke Hat Yai yang merupakan terminal penghubung ke Kuala Lumpur. Sesampainya di Hat Yai, bus terakhir menuju Kuala Lumpur ternyata sudah berangkat, waktu itu kami tiba pukul 7 malam waktu setempat. Kami kebingungan karena tidak mempersiapkan diri untuk bermalam di Hat Yai. Untungnya ada satpam sebuah hotel yang dengan bahasa Thailand nya menawarkan untuk masuk. Dan beruntungnya lagi resepsionist hotelnya bisa bahasa Malaysia, jadi kami mengobrol dan dipersilahkan untuk menunggu di lobby hotel sampai esok hari tanpa dikenakan biaya. Keesokan harinya, kami diantar ke tempat travel agency yang memang khusus untuk ke Kuala Lumpur.

———————————————–

FYI:

Jika kalian membayangkan Phuket adalah pulau yang asri dengan pantai yang memiliki batuan yang menjulang, makai kalian salah. Jika ingin menikmati suasana film The Beach yang diperankan Leonardo Di Caprio, maka berkunjunglah ke tempat yang namanya Phi Phi Island. Phi Phi Island dapat ditempuh dari Phuket atau Krabi lewat kapal cepat.

Advertisements